ceritacinta17tahun

Osama Tewas, Malware Makin Ganas

Posted on: Mei 6, 2011

malware

Bentuk dari kejahatan cyber muncul dalam bentuk beragam termasuk website palsu yang banyak dikunjungi orang dan mencatat score hit yang tinggi dalam mesin pencari, karena tingginya frekuensi penggunaan keyword-keyword yang berhubungan dengan peristiwa tertentu.

Modus dari website palsu tersebut adalah ketika seseorang membuka website, secara otomatis malware dalam bentuk malicious code akan terdownload. Malware tersebut berupa program antivirus palsu atau rogue antivirus program masuk ke komputernya.

Kondisi demikian umum terjadi ditengah histeria massa sehingga user menjadi lengah terhadap kehadiran malware yang menginfiltrasi ke dalam komputernya saat asyik berselancar, dan mencari berita tentang peristiwa tertentu.

Terdapat beberapa contoh yang bisa kita temukan tentang tindak kejahatan melalui penyebar luasan malware yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa di dunia, diantaranya:

Robert Lipovsky, salah seorang analis malware di ESET mengatakan “melakukan pencarian web dengan menggunakan keywords yang berhubungan dengan British Royal wedding, keywords, atau permintaan pencarian akan semakin tinggi karena dorongan yang  dilakukan oleh situs-situs penyebar malware.

Hanya dengan mengklik saja maka akan memicu munculnya pop-up windows yang berisi peringatan akan adanya infiltrasi ke dalam komputer. Kemudian, user diminta untuk mengunduh software antivirus palsu”. Pada kesempatan yang sama ditambahkan pula “Umumnya situs-situs penyebar malware muncul karena user mengetik keywords tertentu”.

Bahkan berita tentang tewasnya Osama bin Ladin yang didorong oleh sikap curiosity dan hysteria masyarakat turut dimanfaatkan oleh para penyebar malware. Modusnya adalah menyebarluaskan berita singkat baik dengan scam maupun phising untuk memuaskan rasa ingin tahu para user, menyediakan weblink yang bisa diakses untuk melihat “foto atau rekaman video” tewasnya Osama.

Sumber Informasi Terkait dengan Bencana

Dalam setiap kejadian bencana, lalu lintas informasi akan meningkat, baik melalui internet maupun telepon. Seringkali dalam situasi kepanikan maupun keterdesakkan, user cenderung lengah dan mengesampingkan aspek validitas informasi. Hal itu terutama ditemukan di masyarakat yang justeru tidak terkena bencana.

Hal yang kurang lebih sama ,adalah malware yang juga muncul dalam bentuk situs palsu menyusul terjadinya bencana sebagaimana muncul pasca terjadinya bencana-bencana besar seperti Tsunami di Aceh, gempa di Haiti dan Selandia Baru, dan terakhir tsunami yang melanda Jepang.

Malware tersebut muncul dengan memanfaatkan curiosity dan kepedulian sosial user. Umumnya malware menyebar melalui scam dan phising, tampil dalam bentuk website dengan dua kelompok besar dalih, yaitu untuk mengumpulkan donasi .

User sangat dianjurkan untuk berhati-hati terlebih dahulu mengenali organisasi amal yang meminta sumbangan, karena domain extension (.org) bukan jaminan bahwa itu adalah lembaga amal sungguhan. Malware yang biasa muncul biasanya digunakan untuk pencurian data informasi keuangan.

Modus Phising Sarang Malware

Modus phising bisa dilakukan dengan berbagai variasi cara, tetapi hingga saat ini belum ada cara baru untuk melakukan phising tersebut.

Phising dengan cara mengajak user untuk mengklik weblink sangat umum digunakan, sehingga yang dibutuhkan dari para user adalah perangkat keamanan yang mampu melakukan deteksi secara proaktif, dan kehati-hatian.

Threatsense ESET sebagai kekuatan utama yang dilengkapi Advance Heuristic Engine secara cepat menangkap dan mengidentifikasi malware tersebut. Laboratorium Penelitian ESET telah berhasil mengurai kode-kode malware jahat yang merupakan varian dari malware yang sudah ada dan selama ini telah mampu diidentifikasi oleh ESET.

Malware jahat yang muncul berbarengan dengan event pernikahan kerajaan tersebut diidentifikasi oleh ESET Threat Sense sebagai  Win32/Adware.XPAntiSpyware.AB.

Terkait dengan hal tersebut Yudhi Kukuh, Technical Consultant di PT. Prosperita-ESET Indonesia menyampaikan “Kehadiran Malware dengan cara phising maupun scam tersebut memanfaatkan kelengahan orang karena histeria yang luar biasa dalam menyikapi peristiwa tertentu tetapi kekhawatiran tersebut tidak perlu berlanjut karena saat ini ESET telah berhasil mengidentifikasinya sehingga customer ESET bisa tetap nyaman berselancar di Jagat Maya”

Dari beberapa kasus yang terjadi ditempat dan waktu yang berbeda menunjukkan kecenderungan bahwa ketika perhatian masyarakat sedang tertuju pada satu hal tertentu (bencana ataupun pernikahan, dsb) maka akan selalu ada bahaya yang mengintip para user yang tidak terkait langsung dengan peristiwa.

Adanya keingin tahuan atau curiosity yang sangat tinggi di kelompok user menjelang atau pasca terjadinya sesuatu. Situasi itulah yang kemudian dimanfaatkan oleh pelaku cybercrime dengan meng-upgrade dan mengembangkan varian baru, lalu mengemas sesuai dengan histeria massa yang terjadi, lalu menyebarkannya. Setelah itu tinggal menunggu saja apa yang akan terjadi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Choose Languange

English French German Spain Italian Dutch
Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Pengunjung

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 3 pengikut lainnya

Chat With Me

My Twets

Kategori

free counters

Join this and earn your money

Promote Your Blog Promotional Tools







Visitor

HTML hit counter - Quick-counter.net PageRank Checker

My Website Price

My site is worth$4,044.48

%d blogger menyukai ini: